Ngambil antrian di Imigrasi Jakarta Selatan vs Depok

Halloooo semua,
Kali ini gw akan menshare pengalaman untuk pengambilan antrian di imigrasi Jakarta Selatan vs Depok. Lah kok kenapa dibandingin, kan sama sama kantor imigrasi, emang beda ya? nah itu hal pertama yg gw pikir juga, tapi ternyata hal tersebut totally berbeda.

Jadi hari ini 4 Juli 2017, gw berencana mau perpanjang paspor di imigrasi Jakarta selatan, berhubung rumah gw di daerah cinere which is itu lebih deket dibandingkan ke imigrasi depok. Malam sebelumnya semua perlengkapan mukai dari  ktp, kk ,ijazah, paspor lama dan beserta fotocopyannya sudah dipersiapkan. 

Pagi pun datang dan ternyata gw kesiangan bangun, gw bangun udah jam 8 pagi. Tapi gw tetap maksa untuk pergi ke imigrasi Jakarta selatan (di daerah warung buncit, mampang). Gw berangkat dari rumah jam 8.30 dan sampe kantor imigrasi jam 8.50.  Sampe kantornya, gw langsung ke lantai 2 karena tulisannya buat WNI buat atau perpanjang paspor ke kantai 2. Nah sampai lantai 2 gw nanya petugas kalau mau ambil antrian kmna yak? trus bapaknya mengarahkan ke lantai 1 customer service. 

Turun lah ke lantai 1 dan disitu mayan rame orang mau ke customer service. Dan ketika udah duduk di customer services nya ternyata ambil no Antrian harus lewat ONLINE. DOWNLOAD APLIKASI DI PLAYSTORE dan ngambil no antrian di applikasi tsbt. Lah tau gitu gw download nya di rumah aja dan ga perlu buru2. Dan ternyata setelah gw download dan pilih tanggalnya, hari itu (selasa) sudah full kuota nya. Ya Alloh salah apa hambamu ini, manusia jaman milenia ini baru tau ada dan wajib ambil no antrian lewat aplikasi (disaat itu gw mulai sedih sebagai remaja yg setiap hari megang hp tapi kurang informasi masalah teraebut). So buat temen temen yang mau buat baru atau perpanjang paspor di imigrasi jakarta selatan sangat penting untuk download Aplikasi di Play Store android untuk Antrian Paspor. Karena kita kudu wajib ngambil antrian di aplikasi tersebut. Kalo hp nya iphone saya kurang tau ada apa engga, atau pinjem hp temen/sodara juga bisa yg android krn ngambil no antrian ini ga harus hp sendiri. Kalau sudah nentuin jadwal nya (kuota yg masih tersisa hari kamis saat itu buat gw), akan diberikan QR code untuk no antriannya dan bisa ke lantai 2 untuk proses selanjutnya di hari kamis. Alhasil gw ga bisa ngurus paspor hari itu juga. (mission failed)


Tekat membara masih ada untuk mengurus perpanjang paspor di hari itu juga, krn pososi nyokap gw lagi di rumah kakak di daerah GDC (grand depok city) dan lokasi kantor imigrasi depok juga disana dan setelah liat di internet kalau di depok pelayanan ambil no tiket antrian sampai jam 10. Tadi nya gw udah cek lewat aplikasi no antrian itu, tapi buat imigrasi depok tidak bisa. Alhasil gw langsung tancap gas  jam 9.15 dan ngebut dari imigrasi Jakarta Selatan ke Imigrasi Depok (sampe jam 9.45). Itu gw udah super duper ngebut.

Tibalah di kantor imigrasi depok, disini gw ngerasa lebih crowded krn mungkin kantornya ga segede yang di jakarta selatan. Nanya bapak satpam katanya harus ambil formulir dulu di customer services trus ngantri buat cek berkas, baru bisa dapat no antrian. Namun ketika gw mau ngambil formulir di customer service, penuhnya bikin istighfar, awalnya bapak satpamnya nyaranin buat bsk aja datengnya karena loket periksa berkas dan no ambil antriannya tutup tetap jam 10.00. Jam sudah menunjukkan 9.55 dan gw belum dapet formulir nya. Ya sudah dengan berat hati gw pulang dan gagal buat mengurus paspor hari itu juga di Kantor Imigrasi jakarta selatan maupu  depok.(totally failed)

Pelajaran yang bisa gw ambi adalah BANGUN JANGAN KESIANGAN.

Kesimpulannya kalau di Imigrasi Jakarta selatan pengambilan no antrian wajib online lewat aplikasi di android yaitu “antrian paspor” namun terdapat kuota per hari nya. Sedangkan untuk di depok kalo lo bisa sampe jam 10 buat dapet no antriannya lewat loket, lo bakal dilayanin berapapun kuotanya.

Berikut gw lampirin screenshot aplikasinya

From Scientist become to banker

It’s been almost 3 months after resign from Citibank N.A Indonesia. Dan masih banyak memory yang tidak bisa dilupakan selama bekerja di Citi.

Background sebagai scientist oceanography which is seharusnya ngurusin laut tapi sekarang menjadi seorang banker. Awal karir saya dimulai ketika saya diberi kesempatan belajar banyak di citi. Sebelum saya lulus tepatnya hampir 3 minggu sebelum wisuda saya dapat kepastian untuk banyak belajar di Citibank. Saya join di HR khususnya di Recruitment. 

Sekitar hampir 10 bulan saya di Citibank dan sekarang sudah lebih dari 2 bulan saya pindah ke bank lain yaitu Danamon.

Cerita cerita tentang selnjutnya akan di post di postingan selanjutnya saja ya.

ini saya lampirkan foto foto saya ketika di Danamon. 


foto diatas ketika inclass/training di Danamon

South Korea. (Incheon Airport)

Beberapa minggu yang lalu saya meninggalkan korea selatan. Dan selama sebulan saya tinggal disana, ada beberapa point yang saya temui mengenai Korea Selatan.

Mungkin disini banyak yang menyukai Korea selatan dan ingin pergi kesana. Dalam hal ini saya akan bahas mengenai pariwisata di Korea Selatan terutama di daerah Seoul saja.

Incheon Int Airport

Mungkin bandara ini merupakan salah satu bandara terbaik di dunia. Banyak fasilitas pendukung untuk penumpang yang mungkin akan berencana menginap di bandara ini. Salah satu fasilitas yang cukup membantu adalah bandara ini menyediakan banyak kursi untuk tidur selama satu malam di bandara ini. Saya pun mencoba tidur di bandara ini dan menunggu pesawat lebih dari 15 jam. Ada fasilitas yang sangat membantu adalah kamar mandi gratis untuk di dalam bandara, kita disediakan handuk, dan peralatan mandi lainnya. Namun lokasi kamar mandi gratis tersebut berada di dalam area penumpang yang sudah melakukan check in. Jadi bukan di daerah umum atau public area. 

Kemudahan dalam pergi atau datang ke bandara ini cukup bagus. Terdapat berbagai moda transportasi yang telah disediakan. Untuk menuju atau dari Seoul, transportasi yang paling murah adalah menggunakan kereta comuter. Namun ada juga bus yang beroprasi ke bandara tersebut, namun harganya jauh lebih mahal hampir 3 kali lipat dibandingkan menggunakan kereta comuter. Namun ada juga kereta express ke seoul station, namun harga nya pun lebih mahal dibandingkan kereta comuter yang pemberhentiannya juga melewati seoul Station.

Namun kali ini ekspektasi saya mengenai bandara ini terlalu besar sebelumnya jadi ketika saya mendarat dan pulang ke indonesia, saya merasakan bandara ini tidak terlalu spesial dibandingkan bandara yang ada di negara tetanggal lainnya. Ketika memasuki daerah kedatangan, terlihat bandara tersebut tidaklah seperti ekspektasi yang saya pikirkan. Model dari Arrival hall nya seperti tidak terlalu banyak design yang begitu bagus. Namun kalau menuju ke Departure area nya dapat ditemukan design bandara yang lumyan bagus untuk dilihat.

IMG_3143

gambar diatas merupakan arrival hall incheon airport

IMG_3136

gambar diatas merupakan departure area incheon airport

fasilitas penunjang lainnya adalah

-Temapat ibadah bagi umat katolik, kristen dan Budha. Namun sayangnya tidak ada untuk Muslim

-Minum air putih gratis dimana-mana. Biasanya terdapat di depan pintu masuk toilet

-Locker service. Jadi kalo ada yang mau nitip barangnya sebentar, ada fasilitas locker nya. Tapi kita harus bayar

-Bioskop

-Restaurant 24 jam

-Kamar manadi Gratis

-Ruang menyusui

-museum

-Korea Culture experience (katanya jam tertentu bisa nyobain baju Hanbok)

-live Music

-Sauna

 

dan masih banyak lagi

IMG_3119

Korea Selatan : Modern VS Tradisional

Selama lebih dari 1 minggu tinggal di Korea Selatan, khususnya di kota besar seperti Seoul dan Incheon merupakan pengalaman yang pastinya punya banyak cerita.

Baru satu minggu ini saya mempelajari sejarah dan culture korea secara kesulurahan, baik Korea Utara dan Korea Selatan, meskipun porsi yang diberikan pastinya lebih banyak Korea Selatan. Dan satu lagi saya sedang mengambil mata kuliah Modern Technology di salah satu Univ di Korea.

Pada hal ini saya akan membahas tentang kehidupan korea selatan sepengelihatan saya sendiri. Pertama saya akan membahas tentang Modern VS Tradisional.

Tidak dipungkiri teknologi korea merupakan salah satu terbaik di dunia. Banyak perusahaan di seluruh dunia ini dimiliki oleh bangsa korea itu sendiri, sebut saja Samsung, Hyundai dan LG. Perkembangan pesat Korea Selatan tidak jauh dengan ideologi negara mereka yaitu kapitalisme. Amerika serikat merupakan Big Brother bagi orang korea. Tidak salah banyak orang korea sangat memuja dengan orang bule bule Amerika atau Eropa. 

Teknologi Korea sudah sangat dibilang cukup bagus. Semua sistem di korea sudah tersusun cukup rapi dan bagus. Contoh saja transportasi di Kota Seoul dan sekitarnya. Pemerintah korea menyediakan transportasi yang sangat mudah, nyaman dan murah. Maka tak heran kalau penduduk seoul dan sekitarnya menggunakan alat trasportasi umum untuk beraktifitas.

Namun mirisnya dalam kecanggihan Korea Selatan, budaya atau kebiasaan tradisional yang terjaga dari dulu, mulai sekarang sudah terlupakan dengan gemerlap kemajuan jaman. Sangat miris sekali ketika suatu kelas saya di korea membahas tentang alat musik tradisional Korea. Namun dosen yang mempersentasikannya merupakan Warga negara Amerika Serikat, dia begitu jatuh cinta dengan musik tradisional Korea. Beliau menceritakan bagaimana kaum muda maupun orang tua di korea lebih membanggakan keluarga mereka dengan alat musik barat dibandingkan dengan alat musik negaranya sendiri. Kita mungkin patut bersyukur, di Indonesia masih banyak master musik tradisional yang bersal dari Indonesia sendiri.

Tak banyak orang korea menggunakan pakaian tradisional mereka (hanbok). Selama saya di Korea baru melihat 1 orang saja yang menggunakan hanbok dalam kehidupan sehari hari, dia pun seorang nenek-nenek yang sudah tua. Untuk mempelajari budaya tradisional korea pun mungkin dapat dilakukan di pusat budaya ataupun di museum-museum yang ada di kota seoul. Suatu saat saya pernah pergi ke Folk museum yang berada di Seoul. Disana terdapat beberapa pertunujukan tarian korea yang dipertunjukkan secara gratis namun tentunya dikelola oleh pihak museum. Sangat miris sekali, hampir 90 persen penarinya adalah kaum tua. 

Berbeda dengan teknologi korea yang sangat maju sekali. Dimana-mana orang senang sekali menggunakan gadget mereka, baik itu ketika di kendaraan umum, makan dan sedang berjalan. Hampir semua memiliki Gadget masing-masing dengan layar yang cukup besar. Mungkin kecanggihan korea yang saya rasakan sekarang tidak jauh dengan kota-kota besar. Namun kemajuan korea dalam bidang teknologi sangat dapat dianjungi jempol, namun dalam mempertahankan kebudayaan tradisional sangat lah jauh dari apa yang diharapkan. Berbeda dengan jepang dimana modern dan tradisional masih tetap terjaga, begitu pula dengan Indonesia.

 

 

IMG_2240

IMG_2138

disaat matahari diatas ubun ubun

semangat satu kata yang mungkin sering diucapkan setiapa orang

setiap orang mempunyai cara untuk menghilangkan kekesalan, kejenuhan dan kebencian

keceriaan lah jawaban untuk mengobati semua permasalahan tersebut.

Sangat bersyukur masih mempunyai kawan seperti kalian

meskipun rasa ketidaksanggupan sering menyerang jiwa kita ini 

Tapi kita selalu yakin akan bisa melewatinya dengan baik.

Melewatinya meskipun hanya lolos.

Melewati dengan keceriaan adalah jawabannya.

Kita pasti bisa melewatinya. 

masa sekarang  yang penuh dengan cobaan untuk buah manis selanjutnya.

Tantangan yang membuat kita menjadi lebih tangguh, dewasa, dan kuat.

Ingatlah kita ini bersama dan jangan ada ego yang lebih.

………..

Image

 

Image